KONSTRUKSI 'MAZHAB CINTA' UAS: ANALISIS PESAN DAKWAH USTADZ ABDUL SOMAD DALAM MELAWAN STIGMATISASI PESANTREN OLEH MEDIA TELEVISI TRANS 7

Main Article Content

Eko Pranata

Abstract

Sebagai salah satu pilar utama pendidikan Islam di Indonesia, pesantren tidak hanya berperan dalam pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga kerap menjadi stigma negatif di ruang publik. Berbagai pemberitaan media, termasuk program Xpose Uncensored di Trans7, sering kali menyoroti isu-isu kontroversial di lingkungan pesantren, yang kemudian membentuk persepsi sosial tertentu terhadap lembaga tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika antara representasi media dan citra pesantren yang berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Stigma ini berdampak terhadap reaksi orang tua yang meragukan pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan agama. Penelitian ini menganalisis sikap Ustadz Abdul Somad (UAS) merespon stigmatisasi negatif pesantren oleh media trans 7. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana kritis untuk mengkaji teks puisi 'Mazhab Cinta' menyikapi stigma negatif tayangan televisi Trans 7 pada program Xpose Uncensored.. Pendekatan ini dapat  mengetahui bagaimana bahasa menjadi arena pertarungan ideologis antara wacana sensasional media dan wacana dakwah yang mengedepankan nilai spiritual. Analisis ini dilakukan pada tiga dimensi: (1) Teks, untuk mengurai struktur leksikal, metafora religius, ritme emosional, serta strategi yang digunakan UAS dalam membangun citra pesantren sebagai ruang kasih, ketulusan, dan transformasi spiritual; (2) Praktik Diskursif, yang menelaah proses produksi dan sirkulasi puisi tersebut sebagai respons langsung terhadap dominasi media, termasuk bagaimana puisi itu digunakan sebagai alat counter-framing oleh komunitas Muslim; dan (3) Praktik Sosial, yang menempatkan konflik wacana ini dalam struktur sosial yang lebih luas, meliputi relasi kuasa antara media komersial, otoritas keagamaan, dan masyarakat Muslim serta dampaknya terhadap makna pesantren. Hasil penelitian memberikan wawasan baru mengenai pentingnya memahami pesan dakwah yang positif dan menunjukkan bahwa narasi 'Mazhab Cinta' yang menekankan pada ikatan spiritual dan ketulusan, dan mampu menjadi strategi tandingan yang efektif untuk melawan logika sensasional media. Selain itu, dapat memperkuat pemahaman tentang peran positif pesantren dalam membentuk karakter santri.


Kata Kunci: Ustadz Abdul Somad, Pesan Dakwah, Stigmatisasi Media, Pesantren, Mazhab Cinta, Analisis Wacana Kritis.

Article Details

How to Cite
Eko Pranata. (2026). KONSTRUKSI ’MAZHAB CINTA’ UAS: ANALISIS PESAN DAKWAH USTADZ ABDUL SOMAD DALAM MELAWAN STIGMATISASI PESANTREN OLEH MEDIA TELEVISI TRANS 7 . Al-Mubin: Islamic Scientific Journal, 9(2), 216-224. https://doi.org/10.51192/almubin.v9i2.2595
Section
Articles

References

Ahmad, Z. (2022). Digital charisma and religious influencers: The role of popular preachers in shaping online Islamic discourse. Jurnal Komunikasi Islam, 12(1), 55–70.

Antara News. (2024). Pemilik ponpes di Jaktim diduga lakukan pelecehan kepada tujuh santri. https://www.antaranews.com/berita/4586022/pemilik-ponpes-di-jaktim-diduga-lakukan-pelecehan-kepada-tujuh-santri

Arifianto, A. (2020). Digital da'wah and counter-narratives: The role of Islamic preachers in responding to media framing. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 221–238.

Burhani, A. (2021). Religious expressions in the digital age. Studia Islamika, 28(1).

Detik.com. (2024). Terbongkarnya dugaan pelecehan santri di Lombok gegara viral Walid Bidaah.https://news.detik.com/berita/d-7879916/terbongkarnya-dugaan-pelecehan-santri-di-lombok-gegara-viral-walid-bidaah

Eriyanto. (2021). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.

Fadli, M. (2022). Media, kekuasaan, dan konstruksi realitas sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1).

Fahmi, M. (2022). Islamic preaching and social harmony: A study of love-centered da'wah narratives in Indonesia. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 14(1), 55–70.

Fahri, M. (2021). Kredibilitas da’i di era digital: Analisis ethos dalam dakwah media Ustaz Abdul Somad. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 5(2), 112–126.

Gee, J. P. (2019). Discourse analysis: Theory and method. Routledge.

Hasyim, M. (2020). Digital da'wah and religious authority in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 10(2).

Hayya, A. P., Anggrayni, D., & Fahri, M. (2022). Komunikasi visual dakwah persuasif pada akun Instagram @hijabalila dengan hashtag #Freedom99persen dari perspektif semiotika Charles Sanders Peirce. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(3), 481–491.

Hidayat, A. (2021). Pesantren, ruang publik digital, dan konstruksi stigma kekerasan. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), 120–135.

Hidayat, M., & Mubarak, A. (2022). Etika komunikasi Islam dan gaya penyampaian dakwah Ustadz Abdul Somad di media sosial. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(1), 75–88.

Hidayat, R., & Fahmi, M. (2021). Narasi digital ulama karismatik: Analisis pesan dakwah Ustaz Abdul Somad di media sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 45–60.

Innes, M. (2020). Contested narratives: Countering violent extremism through strategic communication. Routledge.

Jørgensen, M., & Phillips, L. (2020). Discourse analysis as theory and method. Sage.

Kailani, N., & Slama, M. (2020). Islamic preaching and popular culture in Indonesia’s social media landscape. Indonesia and the Malay World, 48(142), 1–20.

Karim, M. (2021). Media framing dan representasi pesantren. Jurnal Penelitian Komunikasi, 24(3).

Lestari, M. (2022). Media representation of Islamic boarding schools: Shifting discourses and public perceptions. Jurnal Media dan Komunikasi, 14(1), 58–72.

Muttaqin, A. (2022). Tradisi ta’dzim dan relasi kiai–santri dalam pendidikan karakter di pesantren. Islamic Education Review, 4(1), 55–70.

Nuryana, Z., & Fauzi, R. (2020). Pesantren and radicalism issues: Critical analysis of media framing toward Islamic boarding school. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 211–225.

Prasetyo, A. (2022). Media framing dan resistensi naratif dalam isu keagamaan di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 77–92.

Qodir, Z. (2021). Dakwah humanis: Pendekatan moderasi dalam komunikasi Islam. UAD Press.

Radar Palu. (2024). Kasus dugaan bullying santri Pondok Pesantren Salafiyah Al-Hikmah di Kasus dugaan bullying santri Pondok Pesantren Salafiyah Al-Hikmah di Parigi Moutong, korban meninggal dunia di rumah sakit.https://radarpalu.jawapos.com/berita-pilihan/2606704720/kasus-dugaan-bullying-santri-pondok-pesantren-salafiyah-al-hikmah-di-parigi-moutong-korban-meninggal-dunia-di-rumah-sakit

Rahmawati, N. (2023). Analisis strategi komunikasi dakwah Ustadz Abdul Somad di media digital. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 145–160.

Ramadhan, A. (2024). Public discourse and social media framing on Islamic educational institutions in Indonesia. Jurnal Komunikasi Nusantara, 6(1), 25–38.

Rohim, M., & Anwar, S. (2023). Tradisi ta’dzim dan khidmah dalam kultur pesantren: Relevansinya pada dakwah digital era modern. Jurnal Pendidikan Pesantren, 5(2), 101–118.

Saputra, R. (2021). Retorika dakwah dan konstruksi pesan religius Ustadz Abdul Somad pada masyarakat digital. Spektra: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 101–115.

Sukmono, H. (2020). Social construction of pesantren identity in contemporary public debates. Jurnal Sosiologi Modern, 9(2), 101–115.

Syakur, A. (2023). Media dan pesantren: Konflik representasi dalam ruang publik. UIN Press.

Tribrata News Jawa Barat. (2024). Polres Ciamis tangkap oknum guru ngaji cabul, korbannya murid di bawah umur.https://tribratanews.jabar.polri.go.id/polres-ciamis-tangkap-oknum-guru-ngaji-cabul-korbannya-murid-di-bawah-umur/

Wahid, A. (2022). Reproduksi stigma pesantren dalam wacana media: Kekerasan, otoritarianisme, dan isu radikalisme. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 7(1), 45–60.

Ward, M., & Narayan, A. (2022). Counter-narratives in digital activism: Strategies for resisting dominant media frames. Journal of Strategic Communication, 16(1), 44–59.

Whiting, A., & Azim, T. (2020). Understanding audience motivations on social media: A uses and gratifications perspective. Journal of Media Psychology, 32(4), 187–199.

Wodak, R., & Meyer, M. (2020). Methods of critical discourse analysis (3rd ed.). SAGE Publications.

Yanti, N. (2022). Stigma media terhadap lembaga keagamaan. Jurnal Komunikasi Massa, 7(2).

Zulkarnain, F. (2024). Restorasi citra lembaga keagamaan melalui dakwah digital: Studi pada respons publik terhadap isu stigmatisasi pesantren. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 7(1), 1–14.