The Karakteristik Budaya Jawa dan Madura dalam Perspektif Konseling Lintas Budaya: Tinjauan Literatur
Main Article Content
Abstract
This study aims to examine the characteristics of Javanese and Madurese cultures from a cross-cultural counseling perspective through a literature review. Indonesia, as a multicultural society, has diverse cultural backgrounds that influence how individuals think, behave, and communicate. Cultural differences between counselors and clients can become barriers in the counseling process if they are not well understood. This research uses a qualitative approach with a library research method by analyzing 22 relevant journal articles. The results show that Javanese culture emphasizes politeness, harmony, indirect communication, and conflict avoidance, while Madurese culture highlights assertiveness, openness, strong solidarity, and self-respect. These cultural differences affect communication patterns and how individuals express their problems in counseling sessions. Therefore, counselors need cultural understanding and multicultural competence to build effective relationships with clients and create a harmonious counseling process.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CONS-IEDU memberikan akses terbuka kepada siapa saja sehingga informasi dan temuan dalam artikel ini bermanfaat bagi semua orang. Konten artikel jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya, mengikuti creative commons license yang digunakan.

CONS-IEUD: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adrian, T. S. (2023). Tren riset konseling lintas budaya di Indonesia 2019–2023. Indonesian Journal of Educational Counseling, 7(2), 307–312. https://doi.org/10.30653/001.202372.307
Alparizi, A. S. (2026). Profesionalitas konseling lintas budaya di Indonesia. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 12(1), 111–127.
Amanulloh, M. J. A., & Rochmah, U. A. (2024). Strategi sentralisasi budaya Jawa dalam peningkatan kualitas pendidikan Islam: Studi kasus di MTs Raudhatul Muttaqien Yogyakarta. Saneskara: Journal of Social Studies, 1(2), 72–86. https://doi.org/10.62491/sjss.v1i2.2024.19
Sukowati, A., & Subrata, H. (2022). Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, 8(2), 154–160.
Widodo, A., et al. (2022). Konsep konseling lintas budaya. Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 271.
Asbi, W. A. P., Annisa, & Rahmah, S. R. (2024). Peran nilai budaya dalam komunikasi konseling lintas budaya. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 1284–1291.
Novianti, C., et al. (2024). Pengaruh konseling lintas budaya terhadap penyesuaian karyawan di tempat kerja multikultural. Blantika: Multidisciplinary Journal, 2(8), 799–805.
Efawati, R. (2018). Karakter budaya Madura dalam humor. Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 2(1), 83–93.
El-Rumi, U., & Atiqullah, A. (2019). Kobhung, gender, and religion: Husband and wife power relations in Madurese culture. Harmoni, 18(2), 146–164. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.370
Haikal, M. F., & Abdurrahman. (2023). Bimbingan dan konseling lintas budaya dalam menjembatani perbedaan masyarakat multikultural. Al-Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4(1). https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.4207
Hanipudin, S., & Habibah, Y. A. (2021). Karakter wanita dalam tradisi Jawa. At-Thariq: Jurnal Studi Islam dan Budaya, 1(2), 1–16. https://doi.org/10.57210/trq.v1i2.78
Khoiroh, A. U., & Sofyan, A. (2025). Etika komunikasi masyarakat Madura: Analisis nilai tengka dan pengaruh globalisasi terhadap penggunaan bahasa ibu. YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 5(6), 6852–6867.
Kurniawan, K. (2023). Peran budaya Jawa dalam pendidikan anak: Perspektif ilmu parenting. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 4(2), 199–216.
Kurniawati, R., & Sa'adah, N. (2022). Konseling lintas budaya sebagai upaya preventif pernikahan dini. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(1), 51. https://doi.org/10.29240/jbk.v6i1.3418
Lestari, D. I., Kurnia, H., & Hendri. (2025). Kearifan lokal suku Madura dalam menjaga tradisi nilai sosial dan identitas budaya modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 3(2), 124–133. https://doi.org/10.61476/etqpm419
Lutfianah, M., & Herawati, N. (2023). Makna etos kerja pada perempuan Madura. Motiva: Jurnal Psikologi, 6(2), 154. https://doi.org/10.31293/mv.v6i2.6477
Mahmudah, M., & Mansyur, M. A. (2021). Komunikasi antar budaya masyarakat Jawa dan Madura. JKaKa: Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.30739/jkaka.v1i1.80
Maulida, S., & Arifin, Z. (2022). Masyarakat Madura dalam budaya Muy-Tamuyan (Tinjauan fenomenologi Edmund Husserl). Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 10(1). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v10i1.9051
Nadhiroh, U., & Setyawan, B. W. (2021). Peranan pembelajaran Bahasa Jawa dalam melestarikan budaya Jawa. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, serta Pengajarannya, 3(1), 1–10.
Pranoto, H., & Wibowo, A. (2018). Identifikasi nilai kearifan lokal (local wisdom) Piil Pesenggiri dan perannya dalam pelayanan konseling lintas budaya. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 3(2), 36. https://doi.org/10.26737/jbki.v3i2.714
Proklawati, D. (2023). Etika ungkapan tradisional Jawa dalam buku Butir-Butir Budaya Jawa. Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 6(2), 91–95. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v6i2.3575
Rachman, F. (2016). Kompolan kekerabatan/Bani: Laboratorium pendidikan karakter dan budaya religius, 1(1), 1–38.
Rostini, R., et al. (2021). Konseling lintas budaya dan agama dalam penanggulangan radikalisme di lingkungan sekolah. Jurnal Penelitian Keislaman, 17(2), 155–169. https://doi.org/10.26877/civis.v4i2/Juli.610
Rizal, M. S. (2025). Komunikasi lintas budaya di era digital sebagai strategi mengurangi stereotip terhadap masyarakat Madura. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 3(2), 136–149. https://doi.org/10.47861/tuturan.v3i2.1808
Rusdayanti, I. G. A. D., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2024). Konseling lintas budaya dalam pendidikan dengan teknik cognitive restructuring untuk mengurangi distorsi kognitif siswa. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 1327–1340.
Safitri, I. N., & Wiranti, D. A. (2025). Analisis pembiasaan berbahasa Jawa krama alus untuk membentuk karakter sopan santun peserta didik pada fase B di SD. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 11(2), 361–370. https://doi.org/10.31949/educatio.v11i2.12774
Sari, A. N., Asbi, A., & Rahmah, M. A. (2024). Konseling lintas budaya untuk komunikasi yang efektif. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 1327–1332. https://doi.org/10.56832/edu.v4i2.478
Setiowati, S. P. (2020). Pembentukan karakter anak pada lagu Tokecang, Jawa Barat. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 172–177.
Sukowati, A., & Subrata, H. (2022). Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, 8(2), 154–160.
Suryadi, S. (2018). Cross cultural and cultural counseling: Komunikasi konseling lintas budaya Jawa dan Madura di Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling, 2(1), 96–112. https://doi.org/10.21043/konseling.v2i2.4468
Tamsil, I. S. (2021). Kearifan lokal budaya Jawa dalam film "Tilik". Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 7(2), 152–165. https://doi.org/10.31289/simbollika.v7i2.5584