Al-Kazimina Al-Ghaiz Sebagai Satu Bentuk Self Regulation: Studi Komparatif Antara Ilmu Tafsir Dan Ilmu Psikologi

Isi Artikel Utama

Tasyah Ardany Hasibuan
Nuraisah Simamora

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial pada era digital membawa berbagai tantangan dalam pengelolaan emosi, terutama berkaitan dengan meningkatnya konflik sosial, cyberbullying, dan tekanan psikologis. Kemampuan mengendalikan emosi menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan sosial yang harmonis. Dalam Islam, konsep pengendalian emosi tercermin dalam istilah al-kazimina al-ghaiz yang terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 134. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna al-kazimina al-ghaiz menurut penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah serta mengkaji relevansinya dengan konsep self regulation dalam psikologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) melalui telaah terhadap literatur tafsir, teori psikologi, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-kazimina al-ghaiz tidak sekadar bermakna menahan amarah, tetapi mencerminkan kemampuan sadar dalam mengendalikan emosi agar tidak diekspresikan dalam perilaku yang merugikan. Konsep ini sejalan dengan teori self regulation dan emotion regulation, namun memiliki dimensi yang lebih luas karena mencakup aspek psikologis, moral, dan spiritual melalui pengendalian amarah, sikap memaafkan, dan ihsan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hasibuan, T. A., & Simamora, N. (2026). Al-Kazimina Al-Ghaiz Sebagai Satu Bentuk Self Regulation: Studi Komparatif Antara Ilmu Tafsir Dan Ilmu Psikologi. Al-Mubin; Jurnal Ilmiah Islam, 8(1). https://doi.org/10.51192/almubin.v8i1.2808
Bagian
Articles

Referensi

Agastya, W. & Aripin. (2020). Pemetaan Emosi Dominan pada Kalimat Majemuk Bahasa Indonesia Menggunakan Multinomial Naïve Bayes. Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, 9(2), 171–179. https://doi.org/10.22146/jnteti.v9i2.157

Al-Ghazali, A. H. M. ibn M. (2008). Ringkasan Ihya’ ‘Ulumuddin. Akbar Media Eka Sarana.

Al-Isfahani, A. al-Q. al-H. ibn M. A.-R. (2009). Mufradat alfaz al-Qur’an. Dar al-Qalam.

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

Batson, C. D. (2011). Altruism in humans. Oxford University Press.

Baumeister, R. F., & Vohs, K. D. (2011). Handbook of self-regulation: Research, theory, and applications (2nd ed.). Guilford Press.

Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.

Goleman, D. (2000). Working with emotional intelligence. PT Gramedia Pustaka Utama.

Gross, J. J. (2002). Emotion regulation: Affective, cognitive, and social consequences. Psychophysiology, 39(3), 281–291. https://doi.org/10.1017/S0048577201393198

Gross, J. J. (2014). Handbook of emotion regulation (2nd ed.). Guilford Press.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 148. https://doi.org/10.24014/jp.v15i2.7740

Hidayati, L. N., & Acim, S. A. (2025). Emotion regulation pada media sosial: Studi resiliensi dan QS. Ali Imran [3]: 134. El-Muntashir: Journal of Qur’anic Studies, 1(1).

Hude, M. D. (2006). Emosi: Penjelajahan religio-psikologis tentang emosi manusia dalam Al-Qur’an. Erlangga.

Ibn Manzur. (1990). Lisan al-‘Arab. Dar Sader.

Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Marfu’ah, U. (2024). Integrasi Nilai-nilai Kecerdasan Emosional Perspektif Daniel Goleman dalam Al-Qur’an. MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 109–126. https://doi.org/10.21154/maalim.v5i1.8675

Najati, M. U. (2005). Belajar EQ dan SQ dari Sunnah. Hikmah.

Puspita, S. M. (2019). Kemampuan Mengelola Emosi sebagai Dasar Kesehatan Mental Anak Usia Dini. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 5(1), 85–92. https://doi.org/10.29062/seling.v5i1.434

Rahmah, S. (2024). Psikologi pendidikan dan perkembangan peserta didik. Deepublish.

Shaleh, M. A. (2002). Takwa: Makna dan hikmahnya dalam Al-Qur’an. Erlangga.

Shapiro, L. E. (1998). Mengajarkan emotional intelligence pada anak. Gramedia Pustaka Utama.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 2 & 6). Lentera Hati.

Wardah, S. N., & Gojali, M. (2021). Controlling Emotions from the Al-Qur’an Perspective. The 1st Conference on Ushuluddin Studies, 4.

Yusuf, Ah., Khotijah, S., Putri, V. S., & Sumiatin, T. (2021). Masalah psikososial: Konsep dan aplikasi dalam asuhan keperawatan. Wacana Media.

Zimmerman, B. J. (2000). Handbook of Self-Regulation. Dalam Attaining self-regulation: A social cognitive perspective.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a Self-Regulated Learner: An Overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2