URGENSI TAHFIZUL QURA’AN DENGAN TARTIL BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN BAYTUL MUKKARAMAH WELALANGE KAB. BONE URGENSI TAHFIZUL QURA’AN DENGAN TARTIL BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN BAYTUL MUKKARAMAH WELALANGE KAB. BONE
Isi Artikel Utama
Abstrak
Al-Qur’an akan sangat mudah dihafal ketika seseorang berkeyakinan untuk bisa menghafalnya dan selalu berpikir positif. Hal ini merupakan motivasi yang dibentuk oleh alam bawah sadar seseorang untuk selalu termotivasi untuk bisa menghafal Al-Qur’an. Dan keyakinan ini membawa seseorang berpikiran bahwa cara menghafal Al-Qur’an itu mudah. Sebelum menghafal Al-Qur’an, niat merupakan hal yang paling utama. Karena dengan niat perbuatan seseorang dapat diterima Allah SWT. Dalam menghafal Al-Qur’an, seseorang juga perlu target untuk mencapai indikator keberhasilan dalam menghafal. Biasanya target diatur sesuai dengan kemampuan seseorang dalam menghafal. Dengan niat yang lurus dan hati ikhlas karena Allah maka rasa lelah, malas, dan perasaan sulit tidak akan jadi penghalang dalam menghafal Al-Qur’an. Metode dengan cara membacanya berulang-ulang dan berkali-kali, lalu setelah menghafalnya dengan menutup mushaf. Selain itu ada metode lain dengan membaca dan menghafalnya perbaris. Dengan membaca berulang-ulang seperti ini, ayat-ayat di Al-Qur’an akan menjadi melekat di kepala seseorang dan mudah untuk dihafal. Kegiatan tartil dan murajaah dengan terus menerus dapat memberikan kekuatan pada hafalan. Murajaah dengan terus menerus sangat urgent dalam kegiatan menghafal. Murajaah dengan terus menerus pada dasarnya merupakan inti dari kegiatan menghafal. Pendekatan tartil dan murojaah adalah sebuah keunggulan dan terobosan dalam pengajaran Al-Quran yang dilaksanakan oleh ustad atau ustadzah di lingkungan pesantren Baytul Mukarramah. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya aktivitas Tahfidzul Qur’an santri yang menggunakan metode tartil dan murojaah untuk mempermudah keterampilannya dalam menghafal Al-Qur’an. Semua dilakukan santri dalam upaya menunjang program tahfidz di Pondok pesantren Baytul Mukarramah yang terdapat di Welalange Kab. Bone
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
Chairani, Lisya dan Subandi. Psikologi Santri PenghafalAl-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Fathurrohman, M. Mas'udi. Cara Mudah Menghafal AI-Qur'an Dalam Satu Tahun. Yogyakarta: Elmatera, 2012.
Hasan, Moh Abdul Kholiq. Memahami Al-Qur’an: Mutlak Paham Bahasa Arab. Berita Akbar, 8 Oktober 2013.
Hermawan, Iwan. Metode Menghafal Al-Qur’an, http:/ /www.scribd.com/doc/72540488 / Metode-Menghafal-Al-Qur-An ( diakses 26 Maret 2016).
Kabul Sarmadan Hasibuan. Profesionalisme Guru Tahfizh Dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an Siswa Smp Insan Rabbany BSD Tangerang Selatan. Nucl. Phys.13, no. 1 (2023): 104–16.
Karimah, Fatimah Isyti. Peran Pengasuh Dalam Memotivasi Menghafal Al-Qur’an Terhadap Santri Pesantren Ekselensia. Jurnal Iman Dan Spiritualitas3, no. 2 (2023): 279–86. https://doi.org/10.15575/jis.v3i2.27171.
Kurzun, Anas Ahmad. Berbenah diri untuk penghafal Al-Qur’an, almanhaj.or.id (diakses 26 Maret 2016).
Muh Jabir, Nabilah Safitri, dan Nursyam, Character Building Through Tahfizul Qur’an: Assessing the Impact on Students at an Islamic High School Palu, AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 16, no. 2 (2024): 2803–12,
Nawawi, Rifaat Syauqi. Kepribadian Qur’an. Pentj: Lihhiati, Jakarta: Imprint Bumi Aksara, 2011.
Rosyidatul, I., Suhadi, S., & Faturrohman, M. (2021). Peningkatan Hafalan Al-Qur’an Melalui Metode Talaqqi. Al’Ulum Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 83–94. https://doi.org/10.54090/alulum.114.
Wibakti, A.R., Iswandi, I., Nasrodin, N., Purnomo, J., & Suprapto, S. (2023). The Role of Islamic Boarding Schools in Shaping the Leadership Qualities of Students. IERA, Islamic Education and Research Academy,4(1).
Zainal Arifin, Muhammad Hambal Shafwan, Tahfidz Al-Qur'an Education in Elementary Age Children with the Taghanni Talaqqi Method at Mim 02 Sedayulawas Brondong Lamongan East Java Indonesia, Education Journal 12, no. 4 (2023): 121–29.